Internasional

Asap Karhutla Meluas hingga Pulau Jawa, Pakar Ingatkan Perang Medsos Akan Makin Memanas

Foto: Ilustrasi/Gemini

KUALA LUMPUR – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini dilaporkan mulai berekspansi hingga menyelimuti langit Pulau Jawa. Perluasan dampak ekologis ke pusat populasi Indonesia ini diprediksi tidak hanya memperburuk krisis kesehatan regional, tetapi juga akan memicu ledakan konflik yang jauh lebih besar di ruang digital lintas negara.

Sampainya kabut asap ke Pulau Jawa, yang menjadi episentrum perbincangan publik dan pusat pemerintahan di Indonesia, diyakini akan membuat volume keluhan serta kemarahan di media sosial melonjak drastis. Jika sebelumnya ketegangan siber didominasi oleh protes warganet negara tetangga, kini protes dari warga di Pulau Jawa yang terdampak langsung akan membuat arus “perang komentar” menjadi kian liar dan agresif.

Merespons potensi eskalasi krisis tersebut, Dr. Daniel Susilo, Senior Lecturer di Taylor’s University, menekankan bahwa pemerintah kedua negara berpacu dengan waktu untuk mencegah memburuknya hubungan masyarakat serumpun di dunia maya.

“Asap ini sudah berbulan-bulan di Malaysia, dan kini dampaknya semakin meluas. Kita sangat membutuhkan komunikasi diplomatik yang nyata, mengingat perang dunia maya di antara warganet semakin memanas,” tegas Dr. Daniel Susilo dalam keterangannya, Sabtu.

Pakar komunikasi ini menyoroti bahwa pergerakan asap ke Pulau Jawa akan menjadi katalis yang memanaskan algoritma media sosial. Tanpa adanya intervensi informasi yang jelas, disinformasi, sentimen nasionalisme yang berlebihan, dan aksi saling tuding akan mendominasi trending topic di berbagai platform. Situasi ini dinilai sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.

Oleh karena itu, langkah diplomasi tingkat tinggi yang disertai dengan transparansi publik tidak bisa lagi ditunda. Pemerintah tidak hanya dituntut untuk memadamkan titik api secara fisik, tetapi juga harus segera membuka dialog bilateral yang hasilnya dikomunikasikan secara gamblang kepada publik. Hanya dengan menunjukkan tindakan kolaboratif dan penegakan hukum yang nyata, pemerintah dapat mencegah asap karhutla ini “membakar” keharmonisan warga di ruang digital.

Tinggalkan komentar