Usai Terdegradasi, Semen Padang Langsung Bidik Gelar Championship Musim 2026/2027
Liputania – Semen Padang FC datang ke Championship 2026/27 dengan misi besar. Setelah harus turun kasta dari kompetisi tertinggi musim lalu, Kabau Sirah tidak ingin berlama-lama berada di level kedua sepak bola Indonesia.
Target yang dipasang pun cukup tinggi. Semen Padang membidik gelar juara Championship sekaligus tiket kembali ke kasta tertinggi. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, manajemen telah menyiapkan komposisi tim yang dinilai cukup kompetitif.
Keseriusan itu terlihat dalam acara peluncuran tim dan jersey baru Semen Padang untuk musim 2026/27 di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Selasa (25/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, klub memperkenalkan para pemain yang akan menjadi bagian dari perjuangan Kabau Sirah sepanjang musim.
Jersey Baru dengan Identitas Minangkabau
Semen Padang memperkenalkan dua seragam yang akan digunakan dalam kompetisi musim ini. Jersey kandang hadir dengan warna merah sebagai warna utama, dipadukan dengan aksen kuning dan hitam.
Kombinasi tersebut bukan sekadar pilihan desain. Tiga warna itu menjadi bagian dari identitas yang melekat dengan Semen Padang dan budaya Minangkabau.
Untuk laga tandang, Semen Padang memilih warna biru muda yang dikombinasikan dengan kuning dan sentuhan putih. Kehadiran jersey baru tersebut mendapatkan sambutan positif dari para pendukung yang datang dalam acara peluncuran.
Antusiasme suporter bahkan terlihat dari penjualan jersey yang langsung habis di lokasi. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa dukungan terhadap Kabau Sirah tetap besar meski klub harus memulai perjalanan dari Championship.
Nil Maizar Kembali Memimpin
Selain memperkenalkan seragam, Semen Padang juga mengumumkan komposisi tim untuk menghadapi musim baru. Nil Maizar kembali dipercaya sebagai nakhoda.
Bagi Nil Maizar, Semen Padang bukanlah klub asing. Pelatih asal Sumatera Barat tersebut sebelumnya pernah menangani Kabau Sirah pada 2010 dan 2016.
Kini, ia kembali mendapatkan kepercayaan untuk membawa Semen Padang melewati persaingan Championship. Tugas tersebut tentu tidak ringan karena target yang dibebankan bukan sekadar finis di papan atas.
Nil Maizar harus membuktikan bahwa skuad yang telah dibangun manajemen mampu bersaing hingga menjadi juara.
Rekrutan Berpengalaman Jadi Modal
Semen Padang membawa sekitar 35 pemain untuk mengarungi musim 2026/27. Sejumlah nama berpengalaman juga didatangkan untuk memperkuat tim.
Stefano Lilipaly, Rezaldi Hehanussa, dan Ilija Spasojevic menjadi beberapa pemain baru yang diharapkan mampu memberikan tambahan kualitas sekaligus pengalaman kepada skuad Kabau Sirah.
Kehadiran pemain-pemain senior tersebut diharapkan dapat membantu Semen Padang menghadapi tekanan kompetisi yang panjang. Pengalaman mereka juga bisa menjadi modal penting ketika tim harus menghadapi pertandingan dengan tuntutan tinggi.
Namun, kualitas individu saja tidak akan cukup. Nil Maizar tetap dituntut menemukan komposisi dan strategi terbaik agar kekuatan para pemain tersebut bisa menyatu sebagai sebuah tim.
Ingin Langsung Kembali ke Kasta Tertinggi
Ambisi Semen Padang musim ini tidak terlepas dari perjalanan mereka pada musim sebelumnya. Kabau Sirah harus menerima kenyataan terdegradasi setelah mengakhiri kompetisi di posisi ke-17 dari 18 peserta.
Situasi tersebut membuat manajemen ingin menjadikan Championship sebagai momentum kebangkitan.
Presiden Semen Padang Andre Rosiade menilai skuad yang dimiliki saat ini memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
“Kami yakin dengan skuad kami yang ada, di atas kertas, seharusnya Semen Padang bisa juara. Tinggal bagaimana Coach Nil dan tim kepelatihan meracik, sehingga yang di atas kertas juara ini bisa terealisasi di kenyataan,” kata Andre.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap Semen Padang cukup tinggi. Mereka tidak sekadar ingin promosi, tetapi ingin mengakhiri musim dengan trofi.
Tak Mau Meremehkan Lawan
Meski memasang target juara, Semen Padang menyadari perjalanan menuju gelar tidak akan mudah. Persaingan Championship musim ini diprediksi berlangsung ketat karena setiap klub memiliki ambisi masing-masing.
Manajemen Semen Padang pun menegaskan bahwa tidak ada lawan yang boleh dianggap sebelah mata.
“Bagi kami seluruh tim yang bertanding di Liga 2 ini merupakan kompetitor serius bagi Semen Padang, jadi bagi kami semua klub sama,” ujar Andre.
Sikap tersebut menjadi penting karena pertandingan di Championship bisa menghadirkan tantangan berbeda. Semen Padang harus konsisten meraih poin, terutama ketika menghadapi tim-tim yang memiliki target promosi serupa.
Dengan demikian, tekanan bukan hanya datang dari nama besar klub, tetapi juga dari tuntutan untuk tampil stabil sepanjang musim.
Bermarkas di Stadion Patriot
Untuk menjalani kompetisi Championship 2026/27, Semen Padang akan menggunakan Stadion Patriot Candrabhaga sebagai markas.
Kabau Sirah akan memulai perjalanan mereka pada 13 September 2026. Pada pertandingan perdana, Semen Padang dijadwalkan bertandang menghadapi Persiraja Banda Aceh.
Setelah itu, mereka akan menjalani laga kandang dengan menjamu PSIS Semarang pada pekan berikutnya.
Dua pertandingan awal tersebut akan menjadi ujian penting bagi skuad Nil Maizar. Start positif tentu dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain sekaligus menjadi modal untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya.
Target juara yang dicanangkan Semen Padang kini tinggal menunggu pembuktian di lapangan. Dengan skuad yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman, dukungan suporter, serta Nil Maizar di kursi pelatih, Kabau Sirah memiliki modal untuk mengejar ambisi kembali ke kasta tertinggi.
Namun, gelar tidak ditentukan oleh nama besar ataupun prediksi di atas kertas. Konsistensi, kekompakan, dan kemampuan mengatasi tekanan sepanjang musim akan menjadi faktor penentu apakah Semen Padang benar-benar mampu mengangkat trofi Championship 2026/27.






